Melihat Film Sebagai Medium Propaganda

“Sinema adalah senjata terkuat” – Benito Mussolini Siapa tak kenal Rambo? Pahlawan Amerika Serikat (AS) itu tentu sangat lekat di ingatan kita semua. Saking melekatnya, jika berbicara tentang Perang Vietnam pasti sosok itulah yang pertama kali terlintas di kepala.  Kita tentu mengenal Rambo melalui film yang juga berjudul Rambo. Dalam film itu kita melihat Rambo … Continue reading Melihat Film Sebagai Medium Propaganda

Advertisements

Keberpihakan

Memegang teguh sebuah nilai kadang menjadi dilema tersendiri bagi manusia. Di satu sisi, kita akan berteriak kala nilai itu direnggut oleh orang lain, namun di sisi berbeda kita cenderung diam kala nilai orang lain yang direnggut. Apakah berarti tidak ada nilai yang universal? Ada. Kaum terpelajar kemudian menamakannya humanisme universal, sebuah nilai kemanusiaan yang tak … Continue reading Keberpihakan

Aku Lari

Lalu aku lari, monster legam di belakang siap menerkam gigi-giginya tajam Lalu aku lari, lampu merah belok kiri Sedikit lagi sampai! Lalu aku lari, sembunyi di rumah tetangga bau terasi bau ayam goreng Aku lapar, ibu! hujan turun di tanah segar

Perkara Pribumi-Pribumian: Wacana yang Tak Progresif

Malas sebenarnya menanggapi persoalan yang itu lagi-itu lagi. Persoalan pribumi-non pribumi harusnya sudah selesai jauh-jauh hari setelah Orde Baru lengser. Tapi ternyata Reformasi masih juga menyisakan persoalan yang tidak progresif ini. Apa boleh buat, sekali wacana ini digulirkan, saya akan terus melakukan wacana-tanding untuk melawan. Meminjam bahasa Foucauldian bahwa ilmu pengetahuan sebagai alat pendisiplinan dilakukan … Continue reading Perkara Pribumi-Pribumian: Wacana yang Tak Progresif

Gondrong, Tentara, dan Sepakbola

Sumber Gambar Saat Orde Baru masih berkuasa, ada satu peraturan absurd yang menyasar anak muda: dilarang berambut gondrong. Razia-razia digelar militer untuk mencukur anak muda berambut gondrong. Kalau ada anak muda yang lagi apes ketemu tentara, siap-siap saja cukuran "cepak abri" akan menjadi model rambutnya sampai beberapa bulan ke depan. Bahkan di Sumatera Utara, Gubernur … Continue reading Gondrong, Tentara, dan Sepakbola

Yang Terampas dan Yang Putus

Sumber Gambar Bagi sebagian orang, peristiwa pembantaian 1965 menyisakan duka mendalam tak terperi. Oleh mereka yang membantai dan menyuruhnya, nyawa cuma sebatas statistika. Tak penting lima ratus ribu atau satu juta, kata mereka, karena orang-orang yang sudah jadi tulang-belulang ini iblis bukan manusia. Tak sampai di sana, kesulitan-kesulitan mendera generasi para penerusnya. Kesulitan diterima di … Continue reading Yang Terampas dan Yang Putus

Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 3)

(Baca bagian 2 di sini) Awal Mula Bolshevisme Rusia juga tidak dapat menutup diri terhadap kebangkitan Marxisme dan partai kelas pekerja Sosialis yang didirikan di atas gagasan Marxisme. Kedua faktor itu menemui rintangan yang lebih besar pada rezim Tsar dibandingkan rintangan dari partai-partai Sosialis sebelumnya yang non-Marxis. Rintangan lain terhadap perkembangan Marxisme di Rusia adalah … Continue reading Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 3)

Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 2)

(Baca Bagian 1 di sini) Marxisme dan Kediktatoran Proletariat Tidak ada yang lebih ditakutkan oleh Marx selain kemerosotan ajarannya menjadi sebuah sekte yang kaku. Ketakutan ini juga dipikirkan oleh Engels yang karya ilmiahnya tak dapat dipisahkan dari temannya itu. Kita harus senantiasa mengingat keduanya kapanpun kita berbicara mengenai teori Marxis. Umpatan terburuk yang pernah Engels … Continue reading Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 2)

Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 1)

Di artikel bersambung kali ini saya akan mencoba menerjemahkan tulisan Karl Kautsky mengenai perbedaan Sosial Demokrasi dan Komunisme. Karl Kautsky sendiri adalah salah satu teoritisi di Internasional Kedua yang terkenal dan juga pemimpin Partai Sosial Demokrat Jerman. Di Internasional Kedua, faksi Sosial Demokrat berkembang pesat dan menjadi oposisi kaum Marxis Ortodox. Perpecahan keduanya semakin sengit … Continue reading Sosial Demokrasi versus Komunisme (Bag. 1)