Melampaui Haram-Halal Musik, Mungkinkah?

Sumber Gambar Sebelum menulis ini saya melihat banyak tautan dan artikel di linimasa tentang hukum memainkan atau mendengarkan musik. Dari sekian banyak artikel itu mayoritas berkesimpulan satu: haram, baik mendengarkan atau memainkan. Artinya, haram untuk mendengarkan band, suara piano, suara gitar, suara drum, suara seruling, suara biola, dan sebagainya. Haram pula untuk memainkannya. Tapi, sepengetahuan … Continue reading Melampaui Haram-Halal Musik, Mungkinkah?

Mari Diam!

Sumber Gambar Saya kurang bisa paham dengan budaya perisakan (bullying) di dunia maya ini. Seorang anak SMA yang mentalnya belum sekuat orang-orang dewasa yang merisaknya hingga harus menanggung begitu besar beban di pundaknya. Lupakah kita dengan tidak sedikit kasus serupa yang berakhir tragis? Ya, korbannya bunuh diri. Ia tidak sanggup menahan beban yang tiba-tiba harus … Continue reading Mari Diam!

NKRI (Harga) Mati?

"[K]ami katakan bahwa kami adalah manusia-manusia yang tidak percaya pada slogan. Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan" Petikan tulisan Gie dalam Catatan Seorang Demonstran di atas rasanya cocok sebagai sindiran atas apa yang terjadi belakangan. Ketika pemerintah sibuk mengurusi slogan dan mempolarisasi "Pancasilais" vs "Anti Pancasila", sebenarnya pemerintah telah terjebak pada politik identitas, … Continue reading NKRI (Harga) Mati?

Sudah Adilkah Kita Menggunakan Ruang Publik?

[Tulisan ini lebih dulu diterbitkan di http://www.qureta.com/post/sudah-adilkah-kita-menggunakan-ruang-publik pada 7 September 2016] Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan sebuah video yang berlokasi di Universitas Indonesia. Dengan mengenakan jaket kuning khas UI dan dilatarbelakangi balairung UI, mahasiswa yang mengaku anggota Gema Pembebasan UI (sayap mahasiswa Hizbut Tahrir Indonesia) itu berorasi dengan sedikit terbelit. Saya rasa strategi marketingnya cukup berhasil, dengan menggunakan jaket kuning … Continue reading Sudah Adilkah Kita Menggunakan Ruang Publik?

Tentang Hate Speech, SARA, dan Mengapa Kita Harus Melawannya

[Tulisan ini lebih dulu diterbitkan di http://www.qureta.com/post/tentang-hate-speech-sara-dan-mengapa-kita-harus-melawannya pada 26 September 2016.] Riuh redam pesta demokrasi daerah di tahun depan sudah tampak di depan mata. Terlebih bagi warga Jakarta, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) rasanya akan menjadi momentum special. Basuki Tjahaya Purnama yang memutuskan ikut kembali dalam Pilkada esok akan menggantungkan nasibnya pada warga Jakarta. Dari beberapa jajak pendapat … Continue reading Tentang Hate Speech, SARA, dan Mengapa Kita Harus Melawannya

PKI, Warteg, dan Logika yang Itu-itu Saja

[Tulisan ini lebih dulu diterbitkan di http://www.qureta.com/post/pki-warteg-dan-logika-yang-itu-itu-saja pada 14 Juni 2016] Dua isu utama yang tengah viral di jagad media sosial saat ini adalah sikap represif atas dugaan kembali berdirinya Partai Komunis Indonesia dan penyitaan paksa makanan di warteg ibu Eni oleh satpol PP Pemkot Serang. Bukan sebuah kesengajaan saya memilih dua isu tersebut karena … Continue reading PKI, Warteg, dan Logika yang Itu-itu Saja

Pendidikan Sebagai Alat Pembebasan

Sumber Gambar Paulo Freire adalah seorang pria berkebangsaan Brazil yang lahir 85 tahun silam. Namanya dikenang sebagai sosok yang mendedikasikan penuh hidupnya untuk pendidikan. Ia membangkitkan kesadaran di sanubari setiap manusia untuk bertindak mengubah kenyataan yang membelenggu. Karyanya yang terkenal adalah Pedagogy of The Opressed (Pendidikan Kaum Tertindas). Melalui filsafat pendidikannya, ia memperjuangkan kaum tertindas … Continue reading Pendidikan Sebagai Alat Pembebasan

[Ulasan] 1984 – George Orwell

  Judul: 1984 Judul Asli: Nineten Eighty-Four Penulis: George Orwell Penerbit: Penerbit Bentang Tahun Terbit: 2017 Cetakan Pertama Edisi I: Desember 2013 Cetakan Pertama Edisi II: Februari 2014 Cetakan Pertama Edisi III: Juli 2016 Cetakan Kedua Edisi III: September 2016 Cetakan Ketiga Edisi III: Januari 2017 Tebal: viii + 400 halaman Hello! Ini tulisan pertama saya … Continue reading [Ulasan] 1984 – George Orwell

Perempuan di Seberang Kanvas

(pic: Siva Dwi Harum) Ia duduk memandangi warna demi warna yang berlari di depannya Semakin cepat mereka berlari akan semakin lama waktu di jam tangannya terhenti Untuk yang entah berapa kali, ia berdiskusi dengan dunia di sana Lamat-lamat jemarinya bergerak menyapa sekawanan burung camar, laut, atau kepulan asap Perlahan bibirnya bergerak, menyapa segerombolan angsa yang … Continue reading Perempuan di Seberang Kanvas

Mata, Rasa

Sumber Gambar Adakah selintas yang menepi di antara dua matamu? Bersandar jauh dalam puisi-puisi di atas alis dan renyah tawamu Adakah ia tersipu malu saat aku menatapnya, sepertiku? Matamu adalah candu, bait-bait yang tak akan pernah usai kudengarkan berkali-kali Ia adalah sajak, syair-syair kehidupan yang kau ceritakan dalam keheningan