M.

deret angka bertaut usia ia lahir dari ujung mataapi delapan juli percik baja merupa diri legenda-legenda pandai besi di punggungnya tergantung sesak-penat dunia air matanya berlari menuju sumur kesabaran: masa kecil matanya samudera tempat berjuta pelaut merindu rumah hatinya kuil tempat keabadian bersemayam hidup serupa perahu yang membawanya pergi pada gugur daun tajam karang gunung … Continue reading M.

Requiem

Sebentar lagi aku mati Aku tahu betul itu Seperti aku tahu di dalam perutmu ada kelinci-kelinci kecil menggemaskan yang sedang makan wortel kesukaan mereka Apakah wortel dan kelinci tak terpisahkan? Atau itu cuma gambaran konyol di kartun-kartun yang kita tonton? Bagaimana jika kelinci ternyata karnivora (dan selama ini mereka cuma berpura-pura di depan manusia)? Kau … Continue reading Requiem

Ulang Tahun

Jika ada satu orang yang paling kubenci di dunia, ia adalah bosku. Berkali-kali aku digoda dan dilecehkannya, bahkan di depan teman-teman sekantor. Aku malu, merasa hina, tidak berdaya. Sumur air mataku sudah kering, kamus sumpah-serapahku sudah habis, nyeri dan benci di dadaku sudah tak sanggup lagi membuncah. Sudah kuajukan komplain berulang kali secara formal, tapi … Continue reading Ulang Tahun

Doa

malam datang melamun kepadaku, dijingkat bisu ia bertanya padamu: bahagiakah kau hari ini? dengan sekujur kasih yang kau punya, jemari terampil, dan sorot mata menari seperti anak kecil memainkan layangannya; dengan segenap tangguh yang kau pikul, melahirkan ketangguhan-ketangguhan lain tiada habisnya aku juga bertanya: di mana kita dapat bertemu lagi? tidakkah dunia seperti lempung keropos, … Continue reading Doa

Hari-Hari Panjang

Terasa sunyi orang-orang mengutuk siapa saja menyisa doa sedikit saja di ujung pintu rumah-rumah ibadah terasa amarah Terasa sunyi orang-orang mengetuk apa saja berharap remah jua tak apa biar bisa hidup semenit lagi Di kota-kota garpu sendok beradu meruyak malam ibu-bapak adik-kakak tiada bercengkerama hanya gemeretak gigi menahan buncah konflik sosial rayapi keluarga Sedang di … Continue reading Hari-Hari Panjang

Pertigaan, Bukan Persatuan

Bayangkan situasi berikut: seorang koki menghidangkan makanan gosong dan tak layak pada dua tamunya. Tamu A berkata, "Koki ini harus kita kritik, kalau tidak tamu-tamu selanjutnya akan sakit perut, dan itu berbahaya". Alih-alih setuju, tamu B malah berkata, "Sudahlah, yang kita perlukan sekarang bukan kritik, tapi menghabiskan makanan ini karena si koki sudah susah-payah memasak." … Continue reading Pertigaan, Bukan Persatuan

Yang Mengancam Usai Wabah

[Tulisan ini diterjemahkan dari artikel Massimo De Carolis berjudul The Threat of Contagion] Saat ini media mulai menahan diri memberitakan coronavirus bertubi-tubi untuk mulai mengumpulkan data-data yang ada. Dan, sementara seluruh teritori negara berada pada status darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya, kita dapat melihat situasi biologis dan politik yang terjadi dalam kedaruratan ini tanpa … Continue reading Yang Mengancam Usai Wabah