M.

deret angka bertaut usia ia lahir dari ujung mataapi delapan juli percik baja merupa diri legenda-legenda pandai besi di punggungnya tergantung sesak-penat dunia air matanya berlari menuju sumur kesabaran: masa kecil matanya samudera tempat berjuta pelaut merindu rumah hatinya kuil tempat keabadian bersemayam hidup serupa perahu yang membawanya pergi pada gugur daun tajam karang gunung … Continue reading M.

Requiem

Sebentar lagi aku mati Aku tahu betul itu Seperti aku tahu di dalam perutmu ada kelinci-kelinci kecil menggemaskan yang sedang makan wortel kesukaan mereka Apakah wortel dan kelinci tak terpisahkan? Atau itu cuma gambaran konyol di kartun-kartun yang kita tonton? Bagaimana jika kelinci ternyata karnivora (dan selama ini mereka cuma berpura-pura di depan manusia)? Kau … Continue reading Requiem

Doa

malam datang melamun kepadaku, dijingkat bisu ia bertanya padamu: bahagiakah kau hari ini? dengan sekujur kasih yang kau punya, jemari terampil, dan sorot mata menari seperti anak kecil memainkan layangannya; dengan segenap tangguh yang kau pikul, melahirkan ketangguhan-ketangguhan lain tiada habisnya aku juga bertanya: di mana kita dapat bertemu lagi? tidakkah dunia seperti lempung keropos, … Continue reading Doa

Hari-Hari Panjang

Terasa sunyi orang-orang mengutuk siapa saja menyisa doa sedikit saja di ujung pintu rumah-rumah ibadah terasa amarah Terasa sunyi orang-orang mengetuk apa saja berharap remah jua tak apa biar bisa hidup semenit lagi Di kota-kota garpu sendok beradu meruyak malam ibu-bapak adik-kakak tiada bercengkerama hanya gemeretak gigi menahan buncah konflik sosial rayapi keluarga Sedang di … Continue reading Hari-Hari Panjang

R.

selekas usap matanya yang dingin dan menggigil malam itu di antara jarum-jarum haru ia bertanya: siapa aku ini? langit jatuh ke tanah yang basah menghantar arus-kilas peristiwa dibawanya pergi jauh jauh tak kembali andai ia bisa andai ia bisa seusai tubuh dalam dirinya terasing malam itu di antara deru dan riuh kota ia bertanya: siapa … Continue reading R.

Hikayat Cinta dan Kekalahan

mari kuceritakan satu kisah tentang seseorang: tentang ia yang bertitis darah dewa-dewi, saga, dan gelaran pertempuran masa depan dan kemelut-suram tentang ia yang mengakrabi ibu kala duduk memangkunya penuh harap juga cemas; ayah yang menetap-kilat masa terbujur di hadapannya seraih utas gelap jadi cahaya lipat waktu dan pertanda panah, roda-roda, atau banyak kepala di singgasana … Continue reading Hikayat Cinta dan Kekalahan